Media Ukkiri—Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (HMJBSA) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar laksanakan Bakti Sosial di Sd/Mi Matteko Kec, Tombolo Pao, Desa Erelembang.
Kegiatan tersebut berlangsung pada tanggal (22-26/07/2026), dengan mengangkat tema “Bersatu dalam Semangat Bergerak dengan Aksi Nyata”.
Pelaksanaan bakti sosial tersebut disambut hangat oleh masyarakat dan pemuda, dengan dihadiri kader HMJBSA
Andi ashabul firdaus, selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab mengatakan Bakti sosial ini menjadi kesempatan dalam berinteraksi secara langsung dengan masyarakat untuk memberikan kontribusi nyata.
“Kami ingin mengetahui kebutuhan masyarakat sehingga baksos ini memiliki manfaat dan kontribusi secara langsung pada masyarakat khususnya di daerah yang masih memiliki keterbatasan dalam bidang pendidikan”, Katanya.
Lebih lanjut, Daus Mengungkapkan Kegiatan ini bukan soal program Kerja pengurus melainkan keprihatinan terhadap kondisi pendidikan dan tenaga pendidik.
“Kami tidak hanya hadir untuk berbagi ilmu dan memberikan pelajaran tetapi ini soal kepedulian sosial dalam bidang pendidikan yang berkeadilan”, Ungkapnya.
Sementara itu, ia berharap pemerintah dapat melihat kondisi masyarakat secara nyata yang masi terbatas dalam akses buku, transportasi dan kesehatan.
“Berdasarkan kondisi yang saya lihat, kita sama-sama berharap dan ikhtiar semoga daerah yang tertinggal dapat segera di benahi untuk menunjang terwujudnya pendidikan yang lebih maju berkualitas, merata serta semakin sejahtera dari tenaga pendidik dan anak didik”, Harapnya.
Senada dengan itu, Mutmainna selaku peserta dalam kegiatan tersebut menyampaikan dukungan untuk terus melanjutkan proses transformasi informasi antara mahasiswa dan masyarakat.
“Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat menunjukkan bahwa dunia pendidikan berperan penting demi pembangunan daerah yang membatu pertumbuhan ekonomi”, Ujarnya.
Lebih lanjut, Inna berharap semoga pelaksanaan selanjutnya dapat berjalan lancar tanpa terkendala.
“Maka dibutuhkan lebih banyak pihak yang terlibat pemerintah, masyarakat dan mahasiswa sehingga kualitas pendidikan dapat meningkat secara merata”, Tutupnya.
Reporter: Imron
Editor: Redaksi

