Iklan

Memperluas Wawasan Tanpa Batas Melalui Seminar Sastra

Lapmi Ukkiri
30 March 2017
Last Updated 2020-06-23T04:33:18Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini
LAPMI, UKKIRI' - Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bahasa dan Sastra Inggris (BSI) menggelar seminar sastra dengan mengusung tema, "Sastra dalam Konstruksi Sosial dan Budaya." Kegiatan ini dilaksanakan di Lecture Theater (LT) Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Kamis, (30/3).
Kegiatan kali ini sebagai upaya pengurus HMJ BSI untuk meperkenalkan sastra lebih jauh kepada mahasiswa, khususnya mahasiswa BSI itu sendiri.
Taufik Syam, salah satu pemateri seminar menuturkan bahwa sastra mempunyai peran yang cukup penting dalam konstruksi sosial.
"Sastra mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan sosial di masyarakat, dengan sastra juga dapat membantu kita mempertahankan nilai-nilai budaya. Kita mampu mentransformasikan budaya yang selama ini kita pahami," tuturnya dalam seminar teresebut.
Dalam pembahasan lebih lanjut, Taufik juga mengemukakan beberapa teori tentang budaya, Pierre Bourdieu menjadi pembahasan utamanya. Ia mengemukakan bahwa sastra, jika dikaitkan dengan teori Bourdieu, memiliki perannya tersendiri dalam konstruksi sosial budaya.
Bourdieu, menurut pemahaman Taufik, mengungkapkan sebuah kajian tentang habitus, arena, dan doxa. Jika dikaitkan dengan sastra, ini ada kaitannya dengan selera seseorang dalam membaca karya sastra. “Habitus sama halnya dengan kecendrungan. Seseorang yang menyukai Eka kurniawan, akan menciptakan arena atau persamaan dengan orang yang juga menyukai karya Eka. Pada akhirnya, mereka yang berkumpul dalam arena Eka, akan menuju ke tahap Doxa atau pemujaan.
Lain pula dalam pandangan Zulkifli, dosen yang kerap disapa Bang Jul oleh mahasiswa ini mengungkapkan bahwa pendefinisian sastra adalah sesuatu yang masih absurd dan sifatnya tidak ilmiah. Ia juga menyinggung tentang psikologi sastra yang selalu dikaitkan dengan pengarang, dan lingkungan.
“Orang selalu terjebak pada unsur tersebut, pengarang dan lingkungan, padahal ada aspek lain yang tidak terpisahkan dari karya sastra, dalam hal ini adalah penerbit,” jelasnya.
Menurutnya pengarang memiliki andil besar dalam karya sastra. Karena sebelum karya tersebut dipublikasikan, pengarang lah yang berhak memilih karya mana yang berhak diterbitkan.
Selain dua pemateri itu, yang juga alumni BSI, seminar tersebut juga diisi oleh dosen yang sangat pupuler dikalangan mahasiswa BSI, Muhammad Taufiq S.S., M.Hum.
Ia memadukan konstruksi budaya lokal dengan sastra. Menurutnya, ada beberapa karya sastra yang menampilkan budaya lokal. Misalnya tentang bissu yang ada di pangkep.
Ketua HMJ BSI, Muh. Rifai Rahman dalam sambutannya, berharap agar setelah dilaksanakannya kegiatan seminar ini mahasiswa bisa memiliki pandangan baru terhadap sastra dalam konstruksi sosial dan budaya.
Penulis : A. Nurmillatul H.
Editor : Nurhidayatillah
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl