masukkan script iklan disini
LAPMI, UKKIRI' -
Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bahasa dan Sastra Inggris (BSI) menggelar
seminar sastra dengan mengusung tema, "Sastra dalam Konstruksi Sosial dan
Budaya." Kegiatan ini dilaksanakan di Lecture Theater (LT) Kampus
Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Kamis, (30/3).
Kegiatan kali
ini sebagai upaya pengurus HMJ BSI untuk meperkenalkan sastra lebih jauh kepada
mahasiswa, khususnya mahasiswa BSI itu sendiri.
Taufik Syam,
salah satu pemateri seminar menuturkan bahwa sastra mempunyai peran yang cukup
penting dalam konstruksi sosial.
"Sastra
mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan sosial di masyarakat, dengan sastra juga
dapat membantu kita mempertahankan nilai-nilai budaya. Kita mampu mentransformasikan
budaya yang selama ini kita pahami," tuturnya dalam seminar teresebut.
Dalam pembahasan
lebih lanjut, Taufik juga mengemukakan beberapa teori tentang budaya, Pierre Bourdieu
menjadi pembahasan utamanya. Ia mengemukakan bahwa sastra, jika dikaitkan
dengan teori Bourdieu, memiliki perannya tersendiri dalam konstruksi sosial
budaya.
Bourdieu,
menurut pemahaman Taufik, mengungkapkan sebuah kajian tentang habitus, arena, dan doxa. Jika dikaitkan dengan sastra, ini ada kaitannya dengan selera
seseorang dalam membaca karya sastra. “Habitus
sama halnya dengan kecendrungan. Seseorang yang menyukai Eka kurniawan, akan
menciptakan arena atau persamaan dengan
orang yang juga menyukai karya Eka. Pada akhirnya, mereka yang berkumpul dalam arena Eka, akan menuju ke tahap Doxa atau pemujaan.
Lain pula dalam
pandangan Zulkifli, dosen yang kerap disapa Bang Jul oleh mahasiswa ini
mengungkapkan bahwa pendefinisian sastra adalah sesuatu yang masih absurd dan
sifatnya tidak ilmiah. Ia juga menyinggung tentang psikologi sastra yang selalu
dikaitkan dengan pengarang, dan lingkungan.
“Orang selalu
terjebak pada unsur tersebut, pengarang dan lingkungan, padahal ada aspek lain
yang tidak terpisahkan dari karya sastra, dalam hal ini adalah penerbit,”
jelasnya.
Menurutnya pengarang
memiliki andil besar dalam karya sastra. Karena sebelum karya tersebut dipublikasikan,
pengarang lah yang berhak memilih karya mana yang berhak diterbitkan.
Selain dua
pemateri itu, yang juga alumni BSI, seminar tersebut juga diisi oleh dosen yang
sangat pupuler dikalangan mahasiswa BSI, Muhammad Taufiq S.S., M.Hum.
Ia memadukan
konstruksi budaya lokal dengan sastra. Menurutnya, ada beberapa karya sastra
yang menampilkan budaya lokal. Misalnya tentang bissu yang ada di pangkep.
Ketua HMJ BSI,
Muh. Rifai Rahman dalam sambutannya, berharap agar setelah dilaksanakannya
kegiatan seminar ini mahasiswa bisa memiliki pandangan baru terhadap sastra
dalam konstruksi sosial dan budaya.
Penulis : A. Nurmillatul H.
Editor : Nurhidayatillah

