masukkan script iklan disini
LAPMI, UKKIRI' -- Komunitas Seni Adab (Kissa) menggelar upgrading di pelataran Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Universitas Islam Negri (UIN) Alauddin Makassar. Jumat, (14/4).
Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa pengurus Kissa serta dewan senior. Adapun judul materi yang akan disampaikan diataranya, kepemimpinan, kebendaharaan, kesekretariatan dan manajemen organisasi.
Salah satu pemateri kepemimpinan, Haryadi Hamid memaparkan tentang materi kepemimpinan bahwa Kissa membutuhkan pemimpin yang otoriter yang bertindak sebagai diktator terhadap anggota - anggota kelompoknya.
"Melihat kondisi saat ini Kissa membutuhkan pemimpin yang bisa menggerakkan dan memaksa pengurus agar bisa lebih efektif dalam menjalankan roda organisasi, maka dari itu kriteria pemimpin otoriterlah yang cocok diterapkan" paparnya.
Adapun tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah sebagai pembelajaran dan landasan awal bagi pengurus Kissa agar lebih kreatif dan inovatif dalam melaksanakan program kerja.
"Kegiatan ini menjadi bahan evaluasi bagi pengurus agar mereka memiliki landasan untuk menciptakan kreatifitas yang lebih inovatif dari pengurus sebelumnya dan Kissa bisa tetap mempertahankan eksistensinya baik dalam ranah kampus maupun luar kampus," ungkapnya.
Ketika jadi pemimpin jangan terlalu baik dan jangan terlalu otoriter namun perlu diseimbangkan diantara keduanya. Mila, salah seorang pengurus Kissa.
Penulis: Nurhidayatillah
Editor: Naufal Mahdi

