masukkan script iklan disini
Senat Mahasiswa (Sema) merupakan lembaga legislatif
yang berada di fakultas. Tugas dan fungsi Sema itu sendiri adalah mengawasi
setiap pendanaan dan semua program kerja yang di laporkan oleh Dewan Mahasiswa
(Dema) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).
Namun, apa yang terjadi bila tidak ada Sema dalam struktur
kelembagaan yang ada di fakultas? Pastinya struktur kelembagaan tersebut tidak
akan berjalan dengan sempurna. Itulah yang terjadi di Fakultas Adab dan
Humaniora (FAH).
Saat ini dalam kepengurusan periode 2017-2018 tidak
ada SEMA di dalam struktur kelembagaan. Menurut Ketua Lembaga Penyelenggara
Pemilma (LPP) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Muhammad Syamsul Abdullah, ia
mengatakan bahwa LPP sendiri telah
mengusahakan adanya Sema tetapi tidak adanya wakil dari ke-empat jurusan yang
mendaftarkan diri.
Dirinya juga menambahkan bahwa kebanyakan mahasiswa
tidak mengetahui fungsi dan tugas pokok dari Sema yang mengakibatkan tidak
adanya pendaftar, “kebanyakan teman-teman hanya menganggap Sema itu sekedar
nama dan tidak memiliki program kerja padahal sebetulnya jika disamakan dengan
institusi negara itu hampir sama dengan
lembaga MPR yang memang memiliki fungsi pengawasan dan fungsi anggaran yang bisa
dijalankan,” imbuhnya.
Wakil Ketua Sema Periode 2016-2017 itu menyesalkan
bahwa dengan tidak adanya Sema dalam struktur kelembagaan di FAH menjadikan
lembaga legislatif yang ada di fakultas menjadi tidak sempurna karena tidak
adanya fungsi pengawasan. “Jika dikatakan tidak sempurna, yah memang tidak
sempurna karena hanya otoritas Dema dan HMJ yang menjalankan.”
Dirinya secara pribadi sangat kecewa dengan tidak
adanya Sema, sebab kurang pekanya mahasiswa terhadap lembaga-lembaga yang ada
di fakultas.
LPP sendiri pun menampik tudingan bahwa kurangnya
sosialisasi yang mengakibatkan kurangnya orang yang mendaftar untuk Sema.
“Kalau dikatakan kurangnya sosialisasi saya kurang
sepakat karena LPP sendiri sudah membuka 2 kali pendaftaran namun lagi-lagi
kurangnya minta dari mahasiswa yang mengakibatkan hal seperti ini terjadi. Padahal
seharusnya LPP hanya bisa membuka pendaftaran maksimal 1 kali, tetapi kami
berharap ada Sema di Fakultas Adab makanya kami membuka kembali pendaftaran
untuk yang kedua kalinya, namun kembali tidak ada orang yang mendaftar,”
ungkapnya
Wakil Dekan III bidang Kembahasiswaan, Dr. Abd.
Muin, M.Hum, juga menanggapi hal tersebut. Ia mengatakan bahwa, tidak adanya
Sema adalah hal yang wajar.
“Hal yang seperti ini wajar terjadi malah di fakultas
lainnya Dema-nya yang tidak ada. Yang tidak wajar itu ketika kita tidak membuka
pendaftaran untuk anggota Sema, tapi kan kami sudah membuka malah sampai 2
kali. Tetapi tidak ada juga yang mendaftar,” tegasnya.
Lebih lanjut ia menebak bahwa ini terjadi karena
mahasiswa menganggap bahwa dana Sema tidak ada,“ seperti tahun lalu, dana Sema
tidak ada. Makanya mahasiswa menganggap bahwa Sema ini tidak jelas,” tutupnya.
Penulis : Rezky Amelia Jumain
Editor : Muhammad Naufal Mahdi
