masukkan script iklan disini
LAPMI, UKKIRI’- Pemilihan Mahasiswa (Pemilma) yang diselenggarakan di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Islam siang tadi berjalan dengan alot. Pasalnya beberapa
mahasiswa tidak menerima pengurus LPP (Lembaga Penyelenggara Pemilma) yang ada
di FEBI. Hal ini dikarenakan tidak adanya transparansi pihak birokrasi yang
memilih pengurus LPP. Kamis, (14/12).
Seperti yang dikatakan
oleh Zafran, salah satu pengurus Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Islam bahwa konflik yang terjadi saat ini adalah konflik antar mahasiswa
dan pihak birokrasi.
"Pembentukan LPP itu
tidak transparan sifatnya, juga tidak independen. Bahkan sebelum ada pengumuman
untuk pembentukan LPP, pihak birokrasi sudah membentuk pengurus LPP secara
tertutup. Tapi tidak pernah ada koordinasi dengan lembaga intra terkait
pembentukan LPP ini,"ungkapnya.
Dikarenakan situasi yang makin memanas akhirnya dari pihak lembaga intra berkunjung
ke Rektorat guna Wakil Rektor 3 bisa memfasilitasi lembaga intra sendiri untuk
audiensi dengan lembaga birokrasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Ada dua pernyataan
dari pihak lembaga intra yang tidak sesuai dengan prosedur yang ada, yakni
keterlibatan pihak birokrasi dalam mengamankan suara, dan yang kedua mahasiswa
harus menjauhi pintu masuk ruangan pemilihan sejauh 5 meter.
Namun sayangnya
audiensi ini tidak mencapai kesepakatan. Dari pihak Lembaga Intra juga sangat
menyayangkan hal tersebut. Padahal, pihak DEMA membunyai cukup bukti, tetapi
dalam rapat yang digelar bersama sekalipun tidak membahas tentang hal tersebut.
"Kami punya bukti tapi seolah-olah
didalam rapat tadi kami tidak dipersilahkan untuk memperlihatkan bukti
tersebut" lanjut Zafran.
Reporter Ukkiri sempat
berkunjung ke ruang Wakil Dekan 3 bidang Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Islam namun tidak diberikan kejelasan tentang kejadian siang tadi.
Penulis: Rezky Amelia Jumain
Editor: Nurhidayatillah
